Pengertian dan Penyebab Gempa Bumi

Pengertian Gempa Bumi Gempa Bumi Rumah yang kita bangun diatas tanah dan jalan yang kita lalui setiap hari berada di lapisan bumi yang disebut litosfer. Lapisan litosfer atau kerak bumi merupakan lapisan teratas bumi yang tersusun dari batuan- batuan keras dan menjadi tempat tinggal makhluk hidup.

Lapisan litosfer ini kemudian terbagi menjadi lempeng-lempeng tektonik yang mengapung diatas lapisan astenosfer yang bersifat cair dan panas, sehingga lempeng-lempeng itu dapat bergerak saling mejauh, saling mendekat dan saling bergeser. Saat lempeng-lempeng saling bergerak maka akan mengakibatkan getaran yang dapat terasa oleh manusia. Getaran itu yang sering kita disebut sebagai gempa bumi. Berikut ini penjelasan mengenai gempa bumi.

Gempa bumi (seisme), adalah getaran pada kerak bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi. Adanya daerah labil pada lapisan kulit bumi mengalami perubahan letak. Sebagian terangkat dan sebagian menurun dan ada bagian yang tetap bertahan pada kedudukannya. Pusat gempa di bawah permukaan bumi disebut hiposentrum, dan pusat gempa di atas permukaan bumi disebut episentrum. Semakin dekat dengan episentrum, kerusakan semakin besar.

baca juga : Pengertian Vulkanisme, Gejala Dan Tipe Gunung Api

Jenis gempa menurut penyebabnya antara lain:

  • Gempa Vulkanik merupakan Gempa bumi yang disebabkan oleh letusan gunung api. Contoh: gempa Gunung Bromo, gempaGunung sinabung, gempa Gunung Krakatau.
  • Gempa Tektonik merupakan Gempa bumi yang terjadi karena pergeseran lapisankulit bumi akibat lepasnya energi di zone penunjaman. Gempa bumi tektonik memilikikekuatan yang dahsyat. Contoh, gempa Aceh, Bengkulu,
  • Gempa runtuhan atau terban merupakan Gempa bumi yang disebabkan oleh tanah longsor, gua-gua yang runtuh. Tipe gempa seperti ini hanya berdampak kecil dan wilayahnya sempit

Kekuatan gempa diukur dengan alat pencatat gempa yang dinamakan seismograf.

Untuk mengukur kekuatan gempa dibuat skala, yang dikaitkan dengan kerusakan yang ditimbulkannya. Ada beberapa skala yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa, antara lain Skala Omari, Skala Richter, Skala Cancani, dan Skala Mercalli. Skala gempa yang umum dipakai adalah Skala Richter. Apabila diuraikan maka skala gempa Richter seperti berikut.

  • Skala < 2 : gempa lemah, sering manusia tidak bisa merasakan.
  • Skala 3,5-4,2: dirasakan sedikit orang.
  • Skala 4,9- 5,4: dirasakan banyak orang.
  • Skala 5,5- 6,1 : kerusakan ringan pada bangunan.
  • Skala 6,2-6,9 : kerusakan agak besar pada bangunan.
  • Skala 7,0 – 7,3 : kerusakan serius, rel bengkok, jalan pecah.
  • Skala > 7,4: gempa kuat dan dapat berakibat fatal.

Berbagai akibat yang ditimbulkan oleh adanya gempa bumi diantaranya:

  • kerusakan besar, seperti runtuhnya rumah penduduk, gedung bertingkat, jembatan, longsoran bukit, dan lain-lain;
  • kematian bagi manusia dan makhluk hidup lain karena timbunan reruntuhan;
  • apabila pusat gempa terjadi didasar laut maka dapat berpotensi menimbulkan gelombang pasang yang tinggi (tsunami), yang dapat menghancurkan permukiman penduduk dan fasilitas umum di wilayah pantai. Seperti tsunami yang pernah terjadi di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004.

Ada beberapa Tips Menghadapi Gempa Bumi

  1. bila anda sedang berada di dalam rumah, maka masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuhmu dari jatuhan benda-benda.
  2. bila anda berada di luar rumah, maka pergilah ke tempat yang lapang dan menjauhlah dari pepohonan besar.
  3. bila anda berada di mall, bioskop, atau di lantai dasar gedung, maka anda Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam dan jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi.
  4. bila anda sedang berada di gunung ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung maka menjauhlah dari tebing dan langsung cari tempat aman. Bila anda merasakan gempa bumi saat di pesisir pantaui maka cepatlah lari ketempat yang tinggi untuk menghindari adanya tsunami.

Tips Menghadapi Tsunami

  1. bila anda berada di pantai dan secara mendadak melihat air laut yang surut melebihi dari biasanya, segeralah lari ke tempat yang tinggi.
  2. bila anda berada di pantai dan dari kejauhan tampak garis memanjang kehitaman tinggi, itu adalah gelombang yang sangat tinggi. Segeralah lari ke tempat yang tinggi.
  3. Panjatlah pohon yang cukup tinggi dan kuat, serta berpeganglah kuat-kuat pada batang pohon tersebut.
  4. bila anda berada di rumah tingkat atau gedung-gedung tinggi, segeralah naik ke lantai (tingkat) yang lebih tinggi dan gunakan tangga, jangan menggunakan lift.

Semoga materi dan tipsnya bermanfaat agar kita lebih peka membaca tanda-tanda terjadinya bencana alam disekitar kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *